Janjikan Untung, 6 Reksadana Minna Padi Ditutup OJK

  • Whatsapp
FOTO: Reksadana Minna Padi Asset Manajemen (Sumber Margin.id)

Setelah sempat dibekukan sejak 9 Oktober lalu, akhirnya 6 produk reksadana Minna Padi Asset Manajemen resmi ditutup oleh OJK. Produk reksadana tersebut dibubarkan setelah disinyalir menjanjikan keuntungan pasti (fixed rate) kepada investor masing-masing sebesar 11% dalam tempo 6 sampai 12 bulan saja.

Produk reksadana yang ditutup di antaranya 4 reksadana jenis saham yaitu:

Read More

  • Reksadana Minna Padi Pringgondani Saham
  • Reksadana Minna Padi Pasopati Saham
  • Reksadana Syariah Minna Padi Amanah Saham Syariah
  • Reksadana Minna Padi Hastinapura Saham

Selain produk reksadana jenis saham, juga ada 2 produk reksadana Minna Padi Asset Manajemen jenis campuran yang ditutup yaitu:

  • Reksadana Minna Padi Property Plus
  • Reksadana Minna Padi Keraton II

Diketahui Minna Padi Asset Manajemen mengelola 10 produk reksa dana, dengan adanya pembubaran produk reksadana tersebut, praktis Minna Padi Asset Manajemen hanya mengelola 4 produk reksadana saja, di antaranya:

  • Reksadana Minna Padi Keraton Balanced
  • Reksadana Minna Padi Kahuripan Pendapatan Tetap
  • Reksadana Minna Padi Indraprastha Saham Syariah
  • Reksadana Minna Padi Khazanah Pasar Uang Syariah

Meskipun masih ada 4 produk reksadana yang masih berjalan, namun OJK melarang pihak Minna Padi Asset Manajemen untuk menambah unit penyertaan baru (subscription) dari seluruh reksadana yang ada. Sanksi lain yang didapat yaitu pemberhentian Djayadi dari jabatan Minna Padi Asset Manajemen.

Perlu diketahui kepada para investor bahwa produk investasi reksadana adalah wadah dari kumpulan dana investor yang nantinya dana tersebut akan dikelola oleh pihak Manajer Investasi dan diinvestasikan kedalam portofolio asset seperti saham dan obligasi. Hasil dari pengelolaan dana kedalam efek saham dan obligasi tersebut selain bisa menghasilkan potensi keuntungan juga bisa menimbulkan risiko kerugian. Risiko kerugian yang ada di reksa dana di antaranya, risiko berkurangnya nilai unit pernyertaan, risiko likuiditas, dan risiko wanprestasi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *